Objek Wisata Menarik di kabupaten Badung Bali
- Air Terjun Nungnung
Nungnung adalah nama dari sebuah desa kecil, terletak 40 kilometer sebelah utara kota Denpasar. Desa ini berhawa sejuk dengan ketinggian lebih kurang 900 meter di atas permukaan laut. Di desa inilah terdapat sebuah air terjun yang mempunyai ketinggian 50 meter dengan debit air yang cukup besar. Untuk mencapai lokasi air terjun ini, kita harus menelusuri persawahan berbukit sekitar 2 Kilometer dari jalan raya. Menikmati Panorama alam yang ada sepanjang perjalanan menuju lokasi air terjun ini akan menambah kagum kita akan kebesaran dan kemahakuasaan sang Pencipta & perjalanan menuju lokasi air terjun ini merupakan sebuah pengalaman yang tak akan terlupakan.
- Desa Petang
Desa Petang terletak pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, lebih kurang 32 kilometer sebelah utara kota Denpasar.
Desa
ini menawarkan suasana pedesaan yang masih asri dan asli dengan tanaman
hortikulturanya yang meliputi berbagai sayur mayur dan buah-buahan,
sawah berundag-undag dengan aliran sungai Ayung yang berliku yang akan
mengantarkan beberapa perafting menikmati indahnya alam pedesaan. Melakukan
rafting di Sungai ayung sangatlah menantang, dengan tingkat kesulitan
yang cukup tinggi dimulai dari pertemuan dua aliran sungai "Campuhan"
dengan air terjun di dekatnya membuat suasana start menjadi lebih
berkesan.
Di samping keberadaan beberapa air terjun di sepanjang sungai, ngarai sungai yang sekitar 300 meter juga akan memberi kenangan tersendiri,dimana ribuan kelelawar (kalong) beterbangan mencari makan disekitarnya, burung-burung langka lainnya, begitu juga monyet abu-abu dan hitam, kadangkala muncul dari semak belukar. Mengikuti kegiatan rafting dari sini berarti menjelajahi jauh ke dalam keindahan alam pedesaan yang utuh diantar oleh tenaga-tenaga profesional dari KUD petang.
- Desa Wisata Baha
Sekitar
4 kilometer sebelah timur Pura Taman Ayun, terdapat sebuah Desa
tradisional bernama "Baha". Sebagian besar penduduk desa ini adalah
sebagai buruh dan petani penggarap / pemilik tanah, sehingga mereka
harus menjadi krama / anggota Subak,
suatu organisasi yang mengatur pembagian air untuk irigasi pertanian.
Masyarakat subak di Desa ini memiliki sebuah balai pertemuan subak yang
disebut "Balai Subak Lepud", yang dipakai sebagai tempat rapat dan
berbagai macam upacara yang berhubungan dengan pertanian.
Keunikan
lain yang dapat dijumpai di desa ini adalah Pintu masuk ke rumah dari
masing-masing keluarga yang seragam dengan kombinasi arsitektur bangunan
tradisional Bali, sehingga dapat memberikan kesan tersendiri bagi
wisatawan.
Pura
Desanya yang terletak di bagian selatan wilayah desa ini dengan dihiasi
ukiran kuno juga merupakan objek yang sangat menarik untuk dikunjungi.
Tour
setengah hari dengan tujuan akhir Tanah Lot dapat dikemas sedemikian
rupa dengan mengawali kunjungan di Hutan Kera Sangeh, kemudian ke Desa
Tradisional Baha, Taman Ayun melewati jalur jalan pedesaan yang masih
asri.
- Garuda Wisnu Kencana (GWK)
Berlokasi di Bukit Unggasan - Jimbaran Bali. Karya masterpiece Bali I Nyoman Nuarta. Saat ini dikembangkan sebagai taman budaya dan menjadi Landmark bagi pariwisata Bali dan Indonesia.
Patung
tersebut berwujud Dewa Wisnu yang dalam agama Hindu adalah Dewa
Pelindung, mengendarai burung Garuda. Diambil dari cerita "Garuda &
Kerajaannya" dimana rasa bhakti dan pengorbanan burung Garuda untuk
menyelamatkan ibunya dari perbudakan akhirnya dilindungi oleh Dewa
Wisnu.
Patung ini dibangun dengan ketinggian 140 meter, diproyeksikan untuk mengikat tat ruang dengan jarak pandang sampai dengan 20 km sehingga dapat terlihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot. Patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia.
Patung ini dibangun dengan ketinggian 140 meter, diproyeksikan untuk mengikat tat ruang dengan jarak pandang sampai dengan 20 km sehingga dapat terlihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot. Patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia.
- Geger Sawangan
Terletak di Pantai Geger Sawangan, depan hotel Nikko Bali, Nusa Dua atau sekitar 3 kilometer ke sebelah selatan dari kawasan Bali Tourism Development Center (BTDC) nusa Dua.
Onta
merupakan hewan yang paling diandalkan untuk transportasi di daerah
gurun, karena kemampuannya yang begitu menakjubkan. Safari onta yang
dikelola oleh PT. Bali Onta Kuta Wisata ini mendatangkan hewan tersebut
dari benua Australia dengan mengambil rute safari menyusuri pesisir
pantai Geger Sawangan selama lebih kurang 1 jam. Atraksi petualangan
ini tentunya akan menjadi pengalaman yang sangat menarik dan tak
terlupakan. Tersedia fasilitas berupa antar jemput, areal parkir yang cukup luas serta tenaga pemandu.- Mandala Wisata
Terletak
di Sebelah Barat Pura Taman Ayun, sekitar 19 kilometer dari kota
Denpasar. Di dalamnya terdapat museum manusa yadnya yang memuat
perjalanan ritual kehidupan manusia Hindu di Bali. Di tempat ini juga
terdapat Restoran, Panggung terbuka pertunjukan kesenian serta gallery
barang kerajinan khas Bali. Kenyamanan berwisata di objek ini lebih terasa dengan adanya fasilitas parkir yang cukup luas serta adanya pemandu wisata.
- Pantai Canggu
Sehamparan pantai indah alami terletak hanya beberapa kilometer di sebelah utara Pantai Legian dan mudah dijangkau melalui Desa Kerobokan belok ke kiri. Sama seperti pantai-pantai lain disebelahnya, Pantai Canggu menawarkan gelombang laut yang khusus bagi penggemar olah raga selancar.
Demikian juga bagi peselancar yang belum berpengalaman dengan gelombang pantai karang, Canggu akan memberikan pengalaman pertama yang mengasyikkan.
- Pantai Labuan Sait
Pantai
ini terletak beberapa kilometer disebelah utara Pura Uluwatu menghadap
ke Samudra Indonesia. Dari tempat parkir, pengunjung harus berjalan kaki
melalui lorong batu karang sepanjang 60 meter dan sampai di sebuah
pantai yang indah "Labuan Sait"
Pantai
ini berpasir putih dan bersih, serta tenang sehingga sangat cocok untuk
rekreasi, santai dan mandi sinar mentari serta tentu saja sangat cocok
pula untuk berselancar.
Para
nelayan setempat juga menyediakan jukung sewaan bagi mereka yang ingin
berkeliling melihat keindahan alam yang masih alami di semenanjung bukit
bagian selatan.Sebagai tempat pariwisata, di tempat ini juga sudah ada beberapa kedai minum dan restauran.- Pantai Nyang-Nyang
Sebuah
pantai dengan pasirnya yang putih bersih serta gelombang lautnya yang
betul-betul sempurna bagi peselancar profesional. Terletak di daerah
paling barat semenanjung bukit menghadap langsung ke laut lepas Samudra
Hindia. Pemandangan pantai pasir putih yang landai nampak indah dari
Hotel Puri Bali.
Pantai ini terletak agak terisolasi, namun dapat memberikan ketenangan privasi yang utuh dan kepuasan bagi setiap pengunjung.- Patung Satria Gatot Kaca
Patung
Gatotkaca yang megah ini dibangun pada tahun 1993 di tengah-tengah
simpang tiga di sebelah timur laut Bandar Udara Internasional Ngurah
Rai, Tuban. Diambil dari cerita Mahabarata, dimana dalam cerita tersebut
Gatotkaca dikisahkan sebagai ksatria yang gagah perkasa dan pemberani,
anak dari Bimasena, salah satu dari ksatria Panca Pandawa. Ia dikenal
sebagai ksatria yang ahli terbang dan bertanggungjawab pada pertahanan
udara serta memberi perlindungan bagi keselamatan kerajaan Pandawa.
Maksud
pendirian patung ini adalah dalam rangka usaha terus memperindah
kawasan sekitar Bandar Udara Ngurah Rai.Patung ini juga dipercaya dapat
memberikan perlindungan spiritual dan keamanan bagi para wisatawan yang
datang ke Bali.- Penangkaran Penyu Deluang Sari
Deluang
sari adalah sebuah delta kecil ditumbuhi hutan bakau, berpantai pasir
putih, dengan gelombangnya yang tenang, terletak menghadap dengan pusat
rekreasi laut Pelabuhan Benoa. Karena memiliki sistem ekologi yang utuh,
pantainya yang bersih, hutan bakaunya yang subur, maka tempat ini telah
dikembangkan untuk penangkaran Penyu laut. Di saat air surut kita dapat
menyebrang ke sana dengan berjalan kaki disela-sela pohon bakau dari
Tanjung Benoa, namun di saat air laut pasang, kita harus menyeberang
dengan perahu / jukung dari pelabuhan Benoa selama sekitar 10 menit.


Di
samping melihat penangkaran penyu, wisatawan yang datang kesini juga
dapat melihat berbagai jenis ayam aduan, binatang dan burung-burung liar
serta sebuah pura kecil. Sebagai kawasan wisata, di pulau kecil ini
juga sudah tersedia rumah makan, toko cindera mata serta tempat atraksi
pertunjukan satwa.
- Pura Peti Tenget
Pura dan Pantai Peti Tenget terletak di Banjar Batu Belig, Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara. Untuk menuju lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor dari Kota Denpasar ke arah Barat kemudian ke Selatan yang jaraknya kurang lebih 10 km atau dari Kuta ke arah Utara menyusuri jalan raya Seminyak.
Pura Peti Tenget berdiri sekitar abad XV dan Pura tersebut adalah merupakan sepetak tegalan yang bersemak belukar yang angker (dalam bahasa bali disebut tenget) karena dihuni oleh Bhuto Ijo yang membawa mandat dari Pedanda Sakti Wawu Rauh untuk mengamankan peti pecanangan beliau. Hal kisah pada saat itu Pedanda Sakti sedang berada di anjungan bukit selatan (Uluwatu sekarang) datang menghadap seorang masyarakat Kerobokan mohon belas kasihan beliau agar tanah tegalan tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat. Disarankan oleh beliau agar di tempat tersebut didirikan pelinggih penyungsungan Ida Bhatara Labuhan Masceti serta dibuatkan pula pegedongan untuk Bhuta Ijo sebagai tempat mengamankan dan menyelamatkan peti pecanangan Pedanda Wawu Rawuh.Kemudian mulai saat itu pura tersebut dinamakan Pura Peti Tenget.
Di sebelah Barat dari Pura Peti Tenget membentang pantai berpasir putih serta sering digunakan tamu untuk mandi dan berjemur. Pada sore hari pemandangannya menjadi begitu mempesona untuk menyaksikan matahari terbenam.
Di sekitar lokasi tersedia areal parkir yang cukup luas, tempat penginapan serta tempat makan dan minum yang cukup banyak dan representatif.
- Pura Pucak Tedung
Terletak
di Banjar Kertha Desa Petang sekitar 37 Km dari Kota Denpasar serta
berada pada ketinggian 730,77 m dari permukaan laut yang dapat ditempuh
sekitar 2 jam dengan jalan santai dari lokasi parkir.
Menurut
mitologi menyebutkan bahwa pada saat Dang Hyang Nirartha melakukan
perjalanan dari Pulaki menuju Bali bagian Timur, disebutkan beliau
beristirahat pada puncak sebuah dataran tinggi di Desa Petang. Pada saat
melanjutkan perjalanan tedung (payung) beliau tertinggal di tempat
peristirahatan tersebut, maka pucak tersebut dinamakan Pucak Tedung.
Tedung
yang ditinggalkan tersebut dilihat oleh masyarakat setempat pada malam
harinya bersinar yang mempunyai kekuatan magis sehingga oleh Raja Mengwi
yang berkuasa saat itu memerintahkan masyarakat setempat untuk
membangun pelinggih berupa meru tumpang tiga sebagai penghormatan
terhadap jasa-jasa Dang Hyang Nirartha.
Kawasan
luar Pucak Tedung memiliki panorama pemandangan yang sangat indah serta
bahwa sejuk, dimana dari tempat tersebut kelihatan pemandangan Bali
bagian Timur, Barat serta Selatan. Tempat ini sangat menarik digunakan
untuk mencari inspirasi dan kedamaian bagi mereka yang senang melakukan
semadi.
- Pura Sadha
Sebuah
Pura yang sangat dikenal dengan ukirannya yang rinci dan apik. Berlatar
belakang Kerajaan Majapahit, Pura ini dahulu dimaksudkan sebagai
tempat berstananya Ratu Jayengrat yakni seorang Bangsawan yang
diceritakan berlayar dari Majapahit kemudian terdampar kandas di atas
sebuah Batu karang di desa Kapal saat gelombang pasang masuk sampai ke
daerah tersebut.
Pura ini hancur karena gempa bumi hebat yang terjadi pada tahun 1917 dan tidak sempat dipugar hingga tahun 1950.
Pura ini hancur karena gempa bumi hebat yang terjadi pada tahun 1917 dan tidak sempat dipugar hingga tahun 1950.
Candi
bentar dan tugu yang tingginya mencapai 16 meter di halaman bagian
dalam Pura tersebut dibangun sesuai arsitektur Jawa,sedangkan candi yang
kecil berupa tempat duduk dari batu berjumlah 64 buah yang merupakan
tugu leluhur jaman megalitikum untuk mengenang para ksatria yang gugur
dalam perang.
- Safari Kuda
Terdapat
di Jalan Lestari No. 9X, Banjar Umalas, Kerobokan. lebih kurang 2,5
kilometer arah barat dari jalan utama Kerobokan. Dikelola oleh Umalas Stable Horseback Riding.
Safari
ini merupakan salah satu bentuk atraksi wisata yang cukup menarik serta
menambah keanekaragaman jenis kegiatan kepariwisataan di Kabupaten
Badung.
Atraksi
ini menawarkan rute perjalanan melintasi alam pedesaan, pematang
persawahan dan pesisir pantai. Safari ini juga bisa digunakan untuk
belajar menunggang kuda maupun rekreasi bersama keluarga. Pengalaman
ini mungkin akan menjadi sebuah kenangan indah yang tak akan terlupakan.
Di
tempat ini tersedia kendaraan antar jemput, arena latihan berkuda,
tenaga pemandu serta ruang ganti pakaian lengkap dengan kamar mandi /WC.- Tanah Wuk
Tanah
Wuk terletak dipinggir lembah sungai Penet yang indah, hanya 1 km di
sebelah utara Sangeh. Lokasinya tidak persis dipinggir jalan raya,
melainkan agak masuk sekitar 500 meter ke arah barat, tersembunyi di
tengah sawah, di pinggir sungai yang sunyi.
Di tempat ini dapat disaksikan keindahan alam lembah ngarai yang hijau dan begitu mempesona dengan situasi yang sangat tenang karena terletak agak jauh dari jalan raya utama, sehingga sangat sesuai digunakan sebagai tempat beristirahat ataupun kegiatan hiking menyusuri lembah ngarai serta aliran sungai "Yeh Penet"
- Waka Tangga
Di
Kecamatan Petang ada sebuah gunung yang bernama Puncak Tedung. Dipuncak
gunung tersebut terdapat pura yang sudah tua, sehingga di balik
kesunyian vibrasi kesucian dan keagungan alam dapat kita rasakan.Program wisata Waka Tangga akan mengantarkan anda mendaki menyusuri perjalanan yang penuh tantangan menuju Puncak Tedung dengan pemandangan alam yang menakjubkan. Apabila anda telah melakukakan pendakian gunung yang penuh spirit tersebut, sebenarnya anda telah melakukan perjalanan spiritual.
- Wisata Agro Pelaga
Pelaga
adalah sebuah desa berbukit, terletak sekitar 45 kilometer sebelah
utara Denpasar. Sebagai desa paling utara di Kabupaten Badung, Pelaga
menawarkan agro wisata yang sangat menarik dengan ekologinya yang indah
dan alami. Kegiatan hortikulturnya yang begitu luas serta beraneka ragam
seperti sayur-mayur, kopi, panili, jagung dan sebagainya lebih menambah
keindahan pemandangan dengan suasana lingkungannya yang asri, nyaman
dan segar. Pasar sapi dadakan sering diadakan oleh masyarakat setempat
dan bahkan kontes pejantan pun sering dilakukan dan menjadikan sebuah
atraksi yang sangat menarik untuk saksikan. Keindahan
alam kawasan ini telah dikenal sejak jaman dahulu untuk melapaskan
kepenatan serta rekreasi bersama keluarga. Ini terbukti dengan
dibangunnya sebuah pesanggrahan oleh pemerintah Hindia Belanda di lokasi
ini. Saat ini keberadaan pesanggrahan ini telah direnovasi oleh
Pemerintah Kabupaten Badung.
Desa
Pelaga juga menjadi jalur alternatif dari Denpasar menuju Batur dengan
melewati Objek Wisata Sangeh, persawahan yang indah, jalan pedesaan yang
masih asri. Pelaga juga sangat menarik untuk kegiatan pendakian bukit
dengan garis start nya di Pura Penataran Pucak Mangu melewati beberapa
pura kecil, sawah, ladang, hutan dan berakhir di Danau Bratan, Bedugul.
Pura Penataran Pucak Mangu ini memang sangat menarik karena menyajikan
pemandangan perbukitan dan persawahan yang sangat indah dan natural.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar