Jumat, 07 Februari 2014

Objek Wisata Menarik di kabupaten Badung Bali

  • Air Terjun Nungnung
 



      Nungnung adalah nama dari sebuah desa kecil, terletak 40 kilometer sebelah utara kota Denpasar. Desa ini berhawa sejuk dengan ketinggian lebih kurang 900 meter di atas permukaan laut. Di desa inilah terdapat sebuah air terjun yang mempunyai ketinggian 50 meter dengan debit air yang cukup besar. Untuk mencapai lokasi air terjun ini, kita harus menelusuri  persawahan berbukit sekitar 2 Kilometer dari jalan raya. Menikmati Panorama alam yang ada sepanjang perjalanan menuju lokasi air terjun ini akan menambah kagum kita akan kebesaran dan kemahakuasaan sang Pencipta & perjalanan menuju lokasi air terjun ini merupakan  sebuah pengalaman yang tak akan terlupakan.




  • Desa Petang

     Desa Petang terletak pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, lebih kurang 32 kilometer sebelah utara kota Denpasar. 

      Desa ini menawarkan suasana pedesaan yang masih asri dan asli dengan tanaman hortikulturanya yang meliputi  berbagai sayur mayur dan buah-buahan, sawah berundag-undag dengan aliran sungai Ayung yang berliku yang akan mengantarkan beberapa perafting menikmati indahnya alam pedesaan. Melakukan rafting di Sungai ayung sangatlah menantang, dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi dimulai dari pertemuan dua aliran sungai "Campuhan" dengan air terjun di dekatnya membuat suasana start menjadi lebih berkesan.

    Di samping keberadaan  beberapa air terjun di sepanjang sungai, ngarai sungai yang sekitar 300 meter juga akan memberi kenangan tersendiri,dimana ribuan kelelawar (kalong) beterbangan mencari makan disekitarnya, burung-burung langka lainnya, begitu juga monyet abu-abu dan hitam, kadangkala muncul dari semak belukar. Mengikuti kegiatan rafting dari sini berarti menjelajahi jauh ke dalam keindahan alam pedesaan yang utuh diantar oleh tenaga-tenaga profesional dari KUD petang.

  • Desa Wisata Baha

      Sekitar 4 kilometer sebelah timur Pura Taman Ayun, terdapat sebuah Desa tradisional bernama "Baha".  Sebagian besar penduduk desa ini adalah sebagai buruh dan petani penggarap / pemilik tanah, sehingga mereka harus menjadi  krama / anggota Subak, suatu organisasi yang mengatur pembagian air untuk irigasi pertanian. Masyarakat subak di Desa ini memiliki sebuah balai pertemuan subak  yang disebut "Balai Subak Lepud", yang dipakai sebagai tempat rapat dan berbagai macam upacara yang berhubungan dengan pertanian.
Keunikan lain yang dapat dijumpai di desa  ini adalah Pintu masuk ke rumah dari masing-masing keluarga yang seragam dengan kombinasi arsitektur bangunan tradisional Bali, sehingga dapat memberikan kesan tersendiri bagi wisatawan.

     Pura Desanya yang terletak di bagian selatan wilayah desa ini dengan dihiasi ukiran kuno juga merupakan objek yang sangat menarik untuk dikunjungi.

      Tour setengah hari dengan tujuan akhir Tanah Lot dapat dikemas sedemikian rupa dengan mengawali kunjungan di Hutan Kera Sangeh, kemudian ke Desa Tradisional Baha, Taman Ayun melewati jalur jalan pedesaan yang masih asri.





  • Garuda Wisnu Kencana (GWK)


     

     Berlokasi di Bukit Unggasan - Jimbaran Bali. Karya masterpiece Bali I Nyoman Nuarta. Saat ini dikembangkan sebagai taman budaya dan menjadi Landmark bagi pariwisata Bali dan Indonesia.
   Patung tersebut berwujud Dewa Wisnu yang dalam agama Hindu adalah Dewa Pelindung, mengendarai burung Garuda. Diambil dari cerita "Garuda & Kerajaannya" dimana rasa bhakti dan pengorbanan burung Garuda untuk menyelamatkan ibunya dari perbudakan akhirnya dilindungi oleh Dewa Wisnu.

        Patung ini dibangun dengan ketinggian 140 meter, diproyeksikan untuk mengikat tat ruang dengan jarak pandang sampai dengan 20 km sehingga dapat terlihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot. Patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia.

  • Geger Sawangan

     Terletak di Pantai Geger Sawangan, depan hotel Nikko Bali, Nusa Dua atau sekitar 3 kilometer ke sebelah selatan dari kawasan Bali Tourism Development Center (BTDC)  nusa Dua.
    Onta merupakan hewan yang paling diandalkan untuk transportasi di daerah gurun, karena kemampuannya yang begitu menakjubkan.  Safari onta yang dikelola oleh PT. Bali Onta Kuta Wisata ini mendatangkan hewan tersebut dari benua Australia dengan mengambil rute safari menyusuri pesisir pantai Geger Sawangan selama lebih kurang 1 jam.  Atraksi petualangan ini tentunya akan menjadi pengalaman yang sangat menarik dan tak terlupakan. Tersedia fasilitas berupa antar jemput, areal parkir yang cukup luas serta tenaga pemandu.

  • Mandala Wisata

      Terletak di Sebelah Barat Pura Taman Ayun, sekitar 19 kilometer dari kota Denpasar. Di dalamnya terdapat museum manusa yadnya yang memuat perjalanan ritual kehidupan manusia Hindu di Bali. Di tempat ini juga terdapat Restoran, Panggung terbuka pertunjukan kesenian serta gallery barang kerajinan khas Bali. Kenyamanan berwisata di objek ini lebih terasa dengan adanya fasilitas parkir yang cukup luas serta adanya pemandu wisata.

  • Pantai Canggu


     Sehamparan pantai indah alami terletak hanya beberapa kilometer di sebelah utara Pantai Legian dan mudah dijangkau melalui Desa Kerobokan belok ke kiri. Sama seperti pantai-pantai lain disebelahnya, Pantai Canggu menawarkan gelombang laut yang khusus bagi penggemar olah raga selancar.

      Demikian juga bagi peselancar yang belum berpengalaman dengan gelombang pantai karang, Canggu akan memberikan pengalaman pertama yang mengasyikkan.

  • Pantai Labuan Sait


    Pantai ini terletak beberapa kilometer disebelah utara Pura Uluwatu menghadap ke Samudra Indonesia. Dari tempat parkir, pengunjung harus berjalan kaki melalui lorong batu karang sepanjang 60 meter dan sampai di sebuah pantai yang indah "Labuan Sait"

      Pantai ini berpasir putih dan bersih, serta tenang sehingga sangat cocok untuk rekreasi, santai dan mandi sinar mentari serta tentu saja sangat cocok pula untuk berselancar.

    Para nelayan setempat juga menyediakan jukung sewaan bagi mereka yang ingin berkeliling melihat keindahan alam yang masih alami di semenanjung bukit bagian selatan.Sebagai tempat pariwisata, di tempat ini juga sudah ada beberapa kedai minum dan restauran.



  •  Pantai Nyang-Nyang

     Sebuah pantai dengan pasirnya yang putih bersih serta gelombang lautnya yang betul-betul sempurna bagi peselancar profesional. Terletak di daerah paling barat semenanjung bukit menghadap langsung ke laut lepas Samudra Hindia. Pemandangan pantai pasir putih yang landai nampak indah dari Hotel Puri Bali.

    Pantai ini terletak agak terisolasi, namun dapat memberikan ketenangan privasi yang utuh dan kepuasan bagi setiap pengunjung.









  • Patung Satria Gatot Kaca

     Patung Gatotkaca yang megah ini dibangun pada tahun 1993 di tengah-tengah simpang tiga di sebelah timur laut Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Tuban. Diambil dari cerita Mahabarata, dimana dalam cerita tersebut Gatotkaca dikisahkan sebagai ksatria yang gagah perkasa dan pemberani, anak dari Bimasena, salah satu dari ksatria Panca Pandawa. Ia dikenal sebagai ksatria yang ahli terbang dan bertanggungjawab pada pertahanan udara serta memberi perlindungan bagi keselamatan kerajaan Pandawa.

     Maksud pendirian patung ini adalah dalam rangka usaha terus memperindah kawasan sekitar Bandar Udara Ngurah Rai.Patung ini juga dipercaya dapat memberikan perlindungan spiritual dan keamanan bagi para wisatawan yang datang ke  Bali.





  • Penangkaran Penyu Deluang Sari
     Deluang sari adalah sebuah delta kecil ditumbuhi hutan bakau, berpantai pasir putih, dengan gelombangnya yang tenang, terletak menghadap dengan pusat rekreasi laut Pelabuhan Benoa. Karena memiliki sistem ekologi yang utuh, pantainya yang bersih, hutan bakaunya yang subur, maka tempat ini telah dikembangkan untuk penangkaran Penyu laut. Di saat air surut kita dapat menyebrang ke sana dengan berjalan kaki disela-sela pohon bakau dari Tanjung Benoa, namun di saat air laut pasang, kita harus menyeberang dengan perahu / jukung dari pelabuhan Benoa selama sekitar 10 menit.

     Di samping melihat penangkaran penyu, wisatawan yang datang kesini juga dapat melihat berbagai jenis ayam aduan, binatang dan burung-burung liar serta sebuah pura kecil. Sebagai kawasan wisata, di pulau kecil ini juga sudah tersedia rumah makan, toko cindera mata serta tempat atraksi pertunjukan satwa.



  • Pura Peti Tenget

   

  Pura dan Pantai Peti Tenget terletak di Banjar Batu Belig, Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara. Untuk menuju lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor dari Kota Denpasar ke arah Barat kemudian ke Selatan yang jaraknya kurang lebih 10 km atau dari Kuta ke arah Utara menyusuri jalan raya Seminyak.

       Pura Peti Tenget berdiri sekitar abad XV dan Pura tersebut adalah merupakan sepetak tegalan yang bersemak belukar yang angker (dalam bahasa bali disebut tenget) karena dihuni oleh Bhuto Ijo yang membawa mandat dari Pedanda Sakti Wawu Rauh untuk mengamankan peti pecanangan beliau. Hal kisah pada saat itu Pedanda Sakti sedang berada di anjungan bukit selatan (Uluwatu sekarang) datang menghadap seorang masyarakat Kerobokan mohon belas kasihan beliau agar tanah tegalan tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat. Disarankan oleh beliau agar di tempat tersebut didirikan pelinggih penyungsungan Ida Bhatara Labuhan Masceti serta dibuatkan pula pegedongan untuk Bhuta Ijo sebagai tempat mengamankan dan menyelamatkan peti pecanangan Pedanda Wawu Rawuh.Kemudian mulai saat itu pura tersebut dinamakan Pura Peti Tenget.

       Di sebelah Barat dari Pura Peti Tenget membentang pantai berpasir putih serta sering digunakan tamu untuk mandi dan berjemur. Pada sore hari pemandangannya menjadi begitu mempesona untuk menyaksikan matahari terbenam.

Di sekitar lokasi tersedia areal parkir yang cukup luas, tempat penginapan serta tempat makan dan minum yang cukup banyak dan representatif.



  • Pura Pucak Tedung

     Terletak di Banjar Kertha Desa Petang sekitar 37 Km dari Kota Denpasar serta berada pada ketinggian 730,77 m dari permukaan laut yang dapat ditempuh sekitar 2 jam dengan jalan santai dari lokasi parkir.

     Menurut mitologi menyebutkan bahwa pada saat Dang Hyang Nirartha melakukan perjalanan dari Pulaki menuju Bali bagian Timur, disebutkan beliau beristirahat pada puncak sebuah dataran tinggi di Desa Petang. Pada saat melanjutkan perjalanan tedung (payung) beliau tertinggal di tempat peristirahatan tersebut, maka pucak tersebut dinamakan Pucak Tedung.

     Tedung yang ditinggalkan tersebut dilihat oleh masyarakat setempat pada malam harinya bersinar yang mempunyai kekuatan magis sehingga oleh Raja Mengwi yang berkuasa saat itu memerintahkan masyarakat setempat untuk membangun pelinggih berupa meru tumpang tiga sebagai penghormatan terhadap jasa-jasa Dang Hyang Nirartha.

      Kawasan luar Pucak Tedung memiliki panorama pemandangan yang sangat indah serta bahwa sejuk, dimana dari tempat tersebut kelihatan pemandangan Bali bagian Timur, Barat serta Selatan. Tempat ini sangat menarik digunakan untuk mencari inspirasi dan kedamaian bagi mereka yang senang melakukan semadi.

  • Pura Sadha

      Sebuah Pura yang sangat dikenal dengan ukirannya yang rinci dan apik. Berlatar belakang Kerajaan Majapahit,  Pura ini dahulu dimaksudkan sebagai tempat berstananya Ratu Jayengrat yakni seorang Bangsawan yang diceritakan berlayar dari Majapahit kemudian terdampar kandas di atas sebuah Batu karang di desa Kapal saat gelombang pasang masuk sampai ke daerah tersebut.

       Pura ini hancur karena gempa bumi hebat yang terjadi pada tahun 1917 dan tidak sempat dipugar hingga tahun 1950.
     Candi bentar dan tugu yang  tingginya mencapai 16 meter di halaman bagian dalam Pura tersebut dibangun sesuai arsitektur Jawa,sedangkan candi yang kecil berupa tempat duduk dari batu berjumlah 64 buah yang merupakan tugu leluhur jaman megalitikum untuk mengenang para ksatria yang gugur dalam perang.
  • Safari Kuda

     Terdapat di Jalan Lestari No. 9X, Banjar Umalas, Kerobokan.  lebih kurang 2,5 kilometer arah barat dari jalan utama Kerobokan.  Dikelola oleh Umalas Stable Horseback Riding.

     Safari ini merupakan salah satu bentuk atraksi wisata yang cukup menarik serta menambah keanekaragaman jenis kegiatan kepariwisataan di Kabupaten Badung.
Atraksi ini menawarkan rute perjalanan melintasi alam pedesaan, pematang persawahan dan pesisir pantai.  Safari ini juga bisa digunakan untuk belajar menunggang kuda maupun rekreasi bersama keluarga.  Pengalaman ini mungkin akan menjadi sebuah kenangan indah yang tak akan terlupakan.
     Di tempat ini tersedia kendaraan antar jemput, arena latihan berkuda, tenaga pemandu serta ruang ganti pakaian lengkap dengan kamar mandi /WC.



  • Tanah Wuk

     Tanah Wuk terletak dipinggir lembah sungai Penet yang indah, hanya 1 km di sebelah utara Sangeh. Lokasinya tidak persis dipinggir jalan raya, melainkan agak masuk sekitar 500 meter ke arah barat, tersembunyi di tengah sawah, di pinggir sungai yang sunyi.
 
     Di tempat ini dapat disaksikan keindahan alam lembah ngarai yang hijau dan begitu mempesona dengan situasi yang sangat tenang karena terletak agak jauh dari jalan raya utama, sehingga sangat sesuai digunakan sebagai tempat beristirahat ataupun kegiatan hiking menyusuri lembah ngarai serta aliran sungai "Yeh Penet"






  • Waka Tangga

     Di Kecamatan Petang ada sebuah gunung yang bernama Puncak Tedung. Dipuncak gunung tersebut terdapat pura yang sudah tua, sehingga di balik kesunyian vibrasi kesucian dan keagungan alam dapat kita rasakan.

     Program wisata Waka Tangga akan mengantarkan anda mendaki menyusuri perjalanan yang penuh tantangan menuju Puncak Tedung dengan pemandangan alam yang menakjubkan. Apabila anda telah melakukakan pendakian gunung yang penuh spirit tersebut, sebenarnya anda telah melakukan perjalanan spiritual.


  • Wisata Agro Pelaga

     Pelaga adalah sebuah desa berbukit, terletak sekitar 45 kilometer sebelah utara Denpasar. Sebagai desa paling utara di Kabupaten Badung, Pelaga menawarkan agro wisata yang sangat menarik dengan ekologinya yang indah dan alami. Kegiatan hortikulturnya yang begitu luas serta beraneka ragam seperti sayur-mayur, kopi, panili, jagung dan sebagainya lebih menambah keindahan pemandangan dengan suasana lingkungannya yang asri, nyaman dan segar.   Pasar sapi dadakan sering diadakan oleh masyarakat setempat dan bahkan kontes pejantan pun sering dilakukan dan menjadikan sebuah atraksi yang sangat menarik untuk saksikan. Keindahan alam kawasan ini telah dikenal sejak jaman dahulu untuk melapaskan kepenatan serta rekreasi bersama keluarga.  Ini terbukti dengan dibangunnya sebuah pesanggrahan oleh pemerintah Hindia Belanda di lokasi ini.  Saat ini keberadaan pesanggrahan ini telah direnovasi oleh Pemerintah Kabupaten Badung.

     Desa Pelaga juga menjadi jalur alternatif dari Denpasar menuju Batur dengan melewati Objek Wisata Sangeh, persawahan yang indah, jalan pedesaan yang masih asri. Pelaga juga sangat menarik untuk kegiatan pendakian bukit dengan garis start nya di Pura Penataran Pucak Mangu melewati beberapa pura kecil, sawah, ladang, hutan dan berakhir di Danau Bratan, Bedugul. Pura Penataran Pucak Mangu ini memang sangat menarik karena menyajikan pemandangan perbukitan dan persawahan yang sangat indah dan natural.

     Untuk mencapai desa ini dapat dilakukan dengan menggunakan fasiltas kendaraan umum jurusan Denpasar - Pelaga dan di lokasi ini telah tersedia sebuah pesanggrahan yang telah dilengkapi dengan lapangan tennis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar